Nama : Fisca Saptiyani Utami
Kelas : 3EA27
Npm : 14214303
Topik 1
PERANAN ETIKA BISNIS DALAM BIDANG PEMASARAN,
KEUANGAN DAN TEKNOLOGI DI ERA GLOBALISASI
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1.Latar
Belakang
Di Indonesia, perkembangan bisnis maju pesat seiring dengan
perkembangan teknologi dan informasi. Mulai dari bisnis secara tradisional
maupun bisnis secara on-line. Bahkan pangsa pasar bisnis on-line lebih luas dan
tentunya dapat memperoleh keuntungan yang maksimal walaupun tidak sedikit pula
orang yang meragukan kualitas produk yang ditawarkan secara
on-line. Namun, diantara bisnis-bisnis yang menghasilkan keuntungan,
ternyata masih banyak para pebisnis yang mengacuhkan etika bisnis yang baik,
seperti misalnya tidak memperhatikan kepuasan konsumen terhadap produk yang
dijual. Sejatinya, etika bisnis harus tertanam dalam jiwa para
pebisnis, karena dengan etika bisnis yang baik tidak hanya keuntungan saja yang
didapatkan namun kepuasan dan keloyalitasan konsumenpun akan didapatkan pula.
Untuk itu, para pebisnis harus mengetahui hal-hal apa saja yang boleh dilakukan
dan yang tidak boleh dilakukan oleh seorang pebisnis.
Perkembangan jaman yang semakin maju menjadikan laju
pertumbuhan perekonomian dunia semakin cepat dan dengan
diberlakukannya sistem perdagangan bebas membuat batas kita dan batas
dunia semakin "kabur" (borderless world). Hal ini jelas
mendorong semua kegiatan saling berpacu satu dengan yang lain untuk mendapatkan
kesempatan (opportunity) yang dapat menghasilkan keuntungan (profit). Hal
tersebut kadang kala memaksa orang atau institusi untuk
menghalalkan segala cara tanpa mengindahkan bahwa akan ada pihak yang dirugikan.
Perusahaan tidak saja telah menjadi institusi ekonomi yang kian
penting dan strategis, tetapi juga telah menjadi suatu kekuatan besar untuk
perubahan sosial. Perusahaan telah menjadi alat yang dominan untuk
mentransformasikan iptek menjadi barang dan jasa yang berdaya guna secara
ekonomis dan dalam perjalanan selanjutnya telah membuat terjadinya suatu
perubahan sosial yang sangat luar biasa . Pada
saat yang bersamaan harapan masyarakat terhadap peran perusahaan kian meluas ,
Fremon E. Kast menggambarkan dengan tiga lingkaran konsentrik tanggung jawab,
yaitu :
- lingkaran dalam yang meliputi tanggung jawab dasar, yakni fungsi ekonomi berbasis efisiensi.
- lingkaran tengah yang mencakup tanggung jawab untuk melaksanakan fungsi ekonomi dengan kesadaran yang lebih dalam terhadap nilai-nilai dan prioritas sosial yang dinamis, seperti upaya pelestarian lingkungan, memanusiakan tempat kerja, memperlakukan pelanggan sebaik mungkin.
- lingkaran luar yang menggambarkan tanggung jawab baru, yakni kepedulian yang lebih dalam terhadap peningkatan kualitas lingkungan sosial, seperti peduli terhadap pengangguran, kemiskinan, dan penderitaan anggota masyarakat.
Dalam
era globalisasi saat ini maju atau tidaknya sebuah perusahaan atau pelaku
bisnis tidak hanya tergantung pada kinerja yang baik, namun manajemen keuangan,
pemasaran dan teknologi juga mengambil peran penting dalam kemajuan sebuah perusahaan atau pelaku bisnis dan
harus didasari dengan etika. Karena dalam
manajemen keuangan, pemasaran dan
teknologi pun tetap harus terdapat batasan – batasan. Berdasarkan latar
belakang tersebut maka judul dalam penelitian ini mengenai “Peranan Etika Bisnis
Dalam Bidang Pemasaran, Keuangan Dan Teknologi Di Era Globalisasi
“ yang seharusnya dilakukan oleh para pebisnis
atau pengusaha.
1.2.Rumusan
Masalah
Berdasarkan
masalah di atas, maka penelitian ini akan dirumuskan dalam beberapa pertanyaan
sebagai berikut :
- Apa Saja Pengertian Dari Etika Bisnis ?
- Apa Saja Manfaat Etika Bisnis Bagi Perusahaan ?
- Bagaimana Peranan dan Manfaat Etika Bisnis Dalam Bidang Pemasaran ?
- Bagaimana Peranan dan Manfaat Etika Bisnis Dalam Bidang Keuangan ?
- Bagaimana Peranan dan Manfaat Etika Bisnis Dalam Bidang Teknologi ?
1.3.Tujuan
Penelitian
Sesuai dengan rumusan masalah di
atas, maka yang menjadi tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui:
- Untuk Mengetahui Pengertian Dari Etika Bisnis
- Untuk Mengetahui Manfaat Etika Bisnis Bagi Perusahaan
- Untuk Mengetahui Peranan dan Manfaat Etika Bisnis Dalam Bidang Pemasaran
- Untuk Mengetahui Peranan dan Manfaat Etika Bisnis Dalam Bidang Keuangan
- Untuk Mengetahui Peranan dan Mnafaat Etika Bisnis Dalam Bidang Teknologi
BAB
II
TELAAH
LITERATUR
2.1. Pengertian
Etika Bisnis
Etika bisnis adalah acuan bagi perusahaan dalam melaksanakan kegiatan usaha termasuk dalam
berinterkasi dengan pemangku kepentingan (stakeholders). Etika bisnis adalah
studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah. Studi ini
berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan,
institusi, dan perilaku bisnis (Velasquez, 2005). Etika bisnis dapat
diartikan lebih luas dari ketentuan yang diatur oleh hukum, bahkan bisa
merupakan standar yang lebih tinggi dibandingkan standar minimal
ketentuan hukum, karena dalam kegiatan bisnis seringkali kita temukan transaksi
dan kegiatan yang tidak diatur oleh ketentuan hukum. Tidak
dipungkiri, tindakan yang tidak etis yang dilakukan oleh perusahaan akan
memancing tindakan balasan dari konsumen dan masyarakat sehingga akan kontra
produktif, misalnya melalui gerakan pemboikotan, larangan beredar, larangan
beroperasi dan lain sebagainya. Hal ini akan dapat menurunkan nilai penjualan maupun nilai perusahaan. Sedangkan perusahaan yang menjunjung tinggi nilai etika
bisnis, pada umumnya termasuk perusahaan yang memiliki peringkat kepuasan
bekerja yang tinggi pula, terutama apabila perusahaaan tidak mentolerir
tindakan yang tidak etis. Misalnya diskriminsi dalam sistem jenjang karier.
Etika bisnis
adalah cara-cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek
yang berkaitan dengan individu, perusahaan, industri dan juga masyarakat.
Kesemuanya ini mencakup bagaimana kita menjalankan bisnis secara adil, sesuai
dengan hukum yang berlaku, dan tidak tergantung pada kedudukan individu ataupun
perusahaan di masyarakat. Etika bisnis dalam perusahaan memiliki peran yang
sangat penting, yaitu untuk membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan memiliki
daya saing yang tinggi serta mempunyai kemampuan menciptakan nilai
(value-creation) yang tinggi, diperlukan suatu landasan yang kokoh. Biasanya
dimulai dari perencanaan strategis , organisasi yang baik, sistem prosedur yang
transparan didukung oleh budaya perusahaan yang andal serta etika perusahaan
yang dilaksanakan secara konsisten dan konsekuen. Di Indonesia, penegakan etika
bisnis dalam persaingan bisnis semakin berat. Kondisi ini semakin sulit dan
kompleks, karena banyaknya pelanggaran terhadap etika bisnis oleh para pelaku
bisnis itu sendiri, sedangkan pelanggaran etika bisnis tersebut tidak dapat
diselesaikan melalui hukum karena sifatnya yang tidak terikat menurut hukum.
Kesemuanya ini mencakup bagaimana kita
menjalankan bisnis secara adil, sesuai dengan hukum yang berlaku, dan tidak
tergantung pada kedudukan individu ataupun perusahaan di masyarakat. Etika
bisnis lebih luas dari ketentuan yang diatur oleh hukum, bahkan merupakan
standar yang lebih tinggi dibandingkan standar minimal ketentuan hukum, karena
dalam kegiatan bisnis seringkali kita temukan wilayah abu-abu yang tidak diatur
oleh ketentuan hukum.
Persaingan
usaha yang sehat akan menjamin
keseimbangan antara hak produsen dan konsumen. Indikator dari persaingan yang
sehat adalah tersedianya banyak produsen, harga pasar yang terbentuk antara
permintaan dan penawaran pasar, dan peluang yang sama dari setiap usaha dalam
bidang industri dan perdagangan. Adanya persaingan yang sehat akan menguntungkan
semua pihak termasuk konsumen dan pengusaha kecil, dan produsan sendiri, karena
akan menghindari terjadinya konsentrasi kekuatan pada satu atau beberapa usaha
tertentu. Tanpa kepastian hukum, maka mekanisme pasar akan terancam. Adanya
hukum yang pasti akan memelihara ketertiban dan menjamin transparasi pasar.
Makalah ini bertujuan untuk mengkaji relevansi etika bisnis dengan persaingan
usaha di Indonesia. Terdapat hubungan yang erat antara etika bisnis dan
persaingan usaha. Terdapatnya aspek hukum dan aspek etika bisnis sangat
menentukan terwujudnya persaingan yang sehat. Dalam bisnis, terdapat bersaingan
yang ketat, yang terkadang menyebabkan pelaku bisnis menghalalkan segala cara
untuk memperoleh keuntungan usaha dan memenangkan persaingan.
Permasalahan etika bisnis yang
terjadi di perusahaan bervariasi antara fungsi perusahaan yang satu dan fungsi
perusahaan lainnya. Hal ini terjadi karena operasi perusahaan sangat
terspesialisasi dalam berbagai bidang profesi, sehingga setiap fungsi perusahaan
cenderung memiliki masalah etika tersendiri. Berikut ini akan dibahas berbagai
permasalahan etika bisnis yang terjadi di beberapa bidang fungsi perusahaan,
yaitu: etika bisnis di bidang pemasaran (marketing ethics), keuangan (finance
ethics), dan teknologi informasi (information technology ethics).
2.2. Manfaat Etika Bisnis Bagi Perusahaan
Dewasa ini kalangan bisnis sudah memiliki kesadaran akan pentingnya etika bisnis
dalam operasi bisnis. Bahkan dalam perkembangannya etika bisnis
tidak lagi menjadi beban yang terpaksa harus dilaksanakan perusahan melainkan
sudah menjadi salah satu strategy pengembangan perusahaan. Karena tujuan perusahaan dapat didefinisikan sebagai upaya untuk “memaksimumkan kesejahteraan si pemilik dalam rentang waktu jangka panjang melalui
aktivitas penjualan barang dan/atau jasa. Contoh nyata akan manfaat etika
bisnis sebagai strategy pengembangan perusahaan misalnya Company Social
Responsibility dianggap dapat memberikan keuntungan pada perusahaan dalam
bentuk profitabilitas, kinerja financial yang lebih kokoh, menurunkan resiko
bentrok dengan lingkungan sekitar, meningkatkan reputasi perusahaan. Etika bisnis bagi
perusahaan ini,menyangkut kebijakan etis perusahaan
berhubungan dengan kesulitan yang bisa timbul (mungkin pernahtimbul dimasa
lalu), seperti konflik kepentingan, hubungan dengan pesaing dan pemasok,
menerima hadiah,sumbangan dan sebagainya. Latar belakang pembuatan etika bisnis
adalah sebagai cara ampuh untuk melembagakan etika dalam struktur dan kegiatan
perusahaan. Bila Perusahaan memiliki etika sendiri,mempunyai beberapa kelebihan
dibandingkan dengan perusahaan yang tidak memilikinya.
Etika bisnis perusahaan memiliki peran yang sangat penting, yaitu
untuk membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan memiliki dsaya saing yang tinggi
serta mempunyai kemampuan menciptakan nilai yang tinggi,diperlukan suatu
landasan yang kokoh.
Biasanya dimulai dari perencanaan strategis, organisasi yang baik,
system prosedur yang transparan didukung oleh budaya perusahaan yang handal
serta etika perusahaan yang dilaksanakan secara konsisten dan konsekuen. Karena
itu, tindakan perusahaan berasal dari pilihan dan tindakan individu manusia,
indivdu-individulah yang harus dipandang sebagai penjaga utama kewajiban moral
dan tanggung jawab moral : individu manusia bertanggung jawab atas apa yang
dilakukan perusahaan karena tindakan perusahaan secara keseluruhan mengalir
dari pilihan dan perilaku mereka. Jika perusahaan bertindak keliru, kekeliruan
itu disebabkan oleh pilihan tindakan yang dilakukan oleh individu dalam
perusahaan itu, jika perusahaan bertindak secara moral, hal itu disebabkan oleh
pilihan individu dalam perusahaan bertindak secara bermoral.
Etika bisnis mempunyai prinsip dalam kaitan ini berhubungan dengan
berbagai upaya untuk menggabungkan berbagai nilai-nilai dasar (basic values)
dalam perusahaan, agar berbagai aktivitas yang dilaksanakan dapat mencapai
tujuan. Secara lebih jelas, mekanismenya berjalan sebagai
berikut.“Memaksimumkan kesejahteraan si pemilik dalam jangka panjang”,
berhubungan dengan dimensi waktu yang relatif panjang serta menyangkut
sustainability. Hal ini membutuhkan adanya “kepercayaan” atau “saling
mempercayai” (trust) dari berbagai pihak yang berhubungan dengan perusahaan
(stakeholders).
Kalimat “kesejahteraan pemilik” merupakan derivasi dan perwujudan dari
“hak kepemilikan” (ownership) yang muncul dari adanya penghargaan (respect)
terhadap “kepemilikan pribadi” (property rights). Haruslah
diyakini bahwa pada dasarnya praktek etika bisnis akan selalu menguntungkan
perusahaan baik untuk jangka panjang maupun jangka menengah.
2.3. Etika Bisnis Dibidang Pemasaran
Dalam setiap produk harus dilakukan promosi
untuk memberitahukan atau menawarkan produk atau jasa agar mudah dan cepat
dikenali oleh masyarakat dengan harapan kenaikan pada tingkat pemasarannya.
Promosi sangat diperlukan untuk dapat membuat barang yang produksi menjadi
diketahui oleh publik dalam berpromosi diperlukan etika-etika yang mengatur
bagaimana cara berpromosi yang baik dan benar serta tidak melanggar peraturan
yang berlaku, etika ini juga diperlukan agar dalam berpromosi tidak ada
pihak-pihak yang dirugikan oleh tekhnik promosi. Promosi juga diperlukan dalam
bidang pemasaran supaya produksi yang kita jual keoada konsumen bisa terjual
habis apabila kita menawarkan produk tersebut kepada konsumen biar konsumen
juga tertarik pada produk yang kita punya.
2.4.
Etika Bisnis Dibidang Keuangan
Skandal keuangan yang berasal dari pelaksanaan
fungsi keuangan yang dijalankan secara tidak etis telah menimbulkan berbagai
kerugian bagi para investor. Pelanggaran etika bisnis dalam bidang keuangan
dapat terjadi misalnya melalui praktik window dressing terhadap laporan
keuangan perusahaan yang akan mengajukan pinjaman ke bank. Melalui praktik ini
seolah-olah perusahaan memiliki rasio-rasio keuangan yang sehat sehingga layak
untuk mendapatkan kredit. Padahal sebenarnya kondisi keuangan keuangan
perusahaan tidak sesehat seperti yang dilaporkan dalam laporan keuangan yang
telah dipercantik. Contoh lain pelanggaran etika keuangan misalnya melalui
penggelembungan nilai agunan perusahaan, sehingga perusahaan dapat memperoleh
kredit melebihi nilai agunan kredit yang sesungguhnya.
Mempraktikkan
bisnis dengan etiket berarti mempraktikkan tata cara bisnis yang sopan dan
santun sehingga kehidupan bisnis menyenangkan karena saling menghormati. Etiket
berbisnis diterapkan pada sikap kehidupan berkantor, sikap menghadapi
rekan-rekan bisnis, dan sikap di mana kita tergabung dalam organisasi. Itu
berupa senyum — sebagai apresiasi yang tulus dan terima kasih, tidak menyalah
gunakan kedudukan, kekayaan, tidak lekas tersinggung, kontrol diri, toleran,
dan tidak memotong pembicaraan orang lain. Dengan kata lain, etiket bisnis itu
memelihara suasana yang menyenangkan, menimbulkan rasa saling menghargai,
meningkatkan efisiensi kerja, dan meningkatkan citra pribadi dan perusahaan.
Berbisnis dengan etika bisnis adalah menerapkan aturan-aturan umum mengenai
etika pada perilaku bisnis. Etika bisnis menyangkut moral, kontak sosial,
hak-hak dan kewajiban, prinsip-prinsip dan aturan-aturan.
Jika aturan
secara umum mengenai etika mengatakan bahwa berlaku tidak jujur adalah tidak
bermoral dan beretika, maka setiap insan bisnis yang tidak berlaku jujur dengan
pegawainya, pelanggan, kreditur, pemegang usaha maupun pesaing dan masyarakat,
maka ia dikatakan tidak etis dan tidak bermoral. Intinya adalah bagaimana kita
mengontrol diri kita sendiri untuk dapat menjalani bisnis dengan baik dengan
cara peka dan toleransi. Dengan kata lain, etika bisnis untuk mengontrol bisnis
agar tidak tamak. Bahwa itu bukan bagianku. Perlakukan orang lain sebagaimana
kita ingin diperlakukan.
Pelanggaran
etika bisa terjadi di mana saja, termasuk dalam dunia bisnis. Untuk meraih
keuntungan, masih banyak perusahaan yang melakukan berbagai pelanggaran moral.
Praktik curang ini bukan hanya merugikan perusahaan lain, melainkan juga masyarakat
dan negara. Praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) tumbuh subur di banyak
perusahaan. Ketika ekonomi Indonesia tumbuh pesat dalam sepuluh tahun terakhir,
banyak pendatang baru di bisnis. Ada pedagang yang menjadi bankir. Banyak juga
pengusaha yang sangat ekspansif di luar kemampuan. Mereka berlomba membangun
usaha konglomerasi yang keluar dari bisnis intinya tanpa disertai manajemen
organisasi yang baik. Akibatnya, pada saat ekonomi sulit banyak perusahaan yang
bangkrut. Pelanggaran etik bisnis di perusahaan memang banyak, tetapi upaya
untuk menegakan etik perlu digalakkan. Misalkan, perusahaan tidak perlu berbuat
curang untuk meraih kemenangan.
Hubungan yang
tidak transparan dapat menimbulkan hubungan istimewa atau kolusi dan memberikan
peluang untuk korupsi. Banyak perusahaan-perusahaan yang melakukan pelanggaran,
terutama dalam kinerja keuangan perusahaan karena tidak lagi membudayakan etika
bisnis agar orientasi strategik yang dipilih semakin baik. Sementara itu hampir
61.9% dari 21 perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di BEJ tidak
lengkap menyampaikan laporan keuangannya. Tingkat perhatian perusahaan terhadap
perilaku etis juga sangat menentukan karena dalam jangka panjang bila
perusahaan tidak concern terhadap perilaku etis maka kelangsungan hidupnya akan
terganggu dan akan berdampak pula pada kinerja keuangannya. Hal ini terjadi
akibat manajemen dan karyawan yang cenderung mencari keuntungan semata sehingga
terjadi penyimpangan norma-norma etis. Segala kompetensi, keterampilan, keahlian,
potensi, dan modal lainnya ditujukan sepenuhnya untuk memenangkan kompetisi.
2.5.
Etika Bisnis Dibidang Teknologi
Salah satu area yang memiliki pertumbuhan
masalah etika bisnis paling besar di era 1990-an sampai awal tahun 2000 adalah
bidang teknologi informasi. Hal-hal yang dapat memunculkan permasalahan etika
dalam bidang ini meliputi : serangan terhadap wilayah privasi seseorang,
pengumpulan, penyimpanan, dan akses terhadap informasi usaha terutama melalui
transaksi e-commerce, perlindungan hak cipta yang menyangkut pembuatan
software, musik, dan hak kekayaan intelektual. Etika dalam bidang teknologi
adalah akses yang paling cepat untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat
melalui transaksi e-commerce.
Etika bisnis dalam penggunaan Hak
Milik Intelektual :
1.
Hak
Cipta : Pencipta / penerima hak untuk mengumumkan ciptaannya.
2.
Hak
Paten : Negara ; penemuan teknologi
3.
Hak
Merek : Tanda , gambar, tulisan, pembeda barang & jasa.
BAB
III
PEMBAHASAN
3.1. Peranan dan
Manfaat Etika Bisnis Di Bidang Pemasaran
Kegiatan pemasaran adalah kegiatan
menciptakan, mempromosikan, dan menyampaikan barang atau jasa kepada para
konsumennya. Pemasaran juga berupaya menciptakan nilai yang lebih dari
pandangan konsumen atau pelanggan terhadap suatu produk perusahaan dibandingkan
dengan harga barang atau jasa dimaksud serta menampilkan nilai lebih tinggi
dengan produk pesaingnya. Pada dasarnya kegiatan pemasaran
merupakan fungsi utama dalam menentukan bisnis perusahaan. Tenaga pemasarran
merupakan sarana penghubung utama perusahaan dengan konsumen atau merupakan
ujung tombak bisnis perusahaan. Kegiatan pemasaran untuk produk barang dan
jasa, tentu saja berbeda dalam penanganannya. Biasanya untuk barang sering kali
diiklankan di media, sedangkan untuk jasa secara etis dan moral relative sangat
sedikit yang diiklankan kepada umum secara terbuka.
Dengan
perkembangan teknologi informasi dan bisnis yang global, maka teknik-teknik
pemasaran pun bergeser dan berkembang cepat. Pemasaran bisa dilakukan dengan
situs-situs, email, dan lain-lian. Semua dapat dilakukan secara cepat, efisien,
dan tanpa batasan wilayah dan waktu. Sehingga persaingan produk dan jasa saat
ini semakin ketat. Oleh karena itu, pemasar dituntut kreatif dan inovatif dalam
melakukan kegiatan pemasaran tersebut. Dalam persaingan
pemasaran yang begitu ketat, kadang kita menemukan perusahaan yang melakukan
pemasaran tanpa memperhatikan etika bisnis. Hal ini mungkin secara jangka
pendek untung, namun jika jangka panjang akan rugi. Karena masyarakat akan
meninggalkan perusahaan yang melakukan kegiatan tidak etis tersebut
Ada
tiga faktor yang dapat mempengaruhi seorang manajer pemasaran untuk melakukan
tindakan tidak etis tersebut :
- Manajer pribadi manusia, ada rasa ingin memenuhi kebutuhan pribadinya, untuk menangkalnya dibutuhkan pendidikan agama dan moral yang baik.
- Kepentingan korporasi, adanya tekanan manajemen yang membuat seorang manajer dipaksa dengan kondisi tertentu biasanya dengan target yang sulit dicapai sehingga apapun untuk mencapainya.
- Lingkungan, yang ada di sekitarnya yang alngsung maupun tidak langsung membentuk perilaku manajer pemasaran itu.
3.2. Peran dan
Manfaat Etika Bisnis Di Bidang Manajemen Keuangan
Manajemen keuangan dalam konteks pembahasan
ini adalah berhubungan dengan penganggaran. Anggaran adalah suatu rencana yang
disusun secara sistematis, yang meliputi seluruh kegiatan bank yang dinyatakan
dalam unit (kesatuan) moneter yang berlaku untuk jangka waktu tertentu di masa
mendatang. Anggaran berkaitan dengan manajemen keuangan yang berkaitan dengan
waktu realisasi, maka biasanya disebut dengan rencana keuangan (budgetting).
Rencana keuangan adalah rencana keuangan lembaga bisnis yang merupakan terjemahan
program kerja lembaga bisnis ke dalam sasaran-sasaran (target) keuangan yang
ingin dicapai dalam kurun waktu tertentu.
Penganggaran
budgetting merupakan proses yang mencakup :
1.
Penyusunan
rencana kerja lengkap untuk setiap jenis tingkat kegiatan dan setiap jenis
tingkat kegiatan yang ada pada suatu lembaga.
2.
Penentuan
rencana kerja dalam bentuk mata uang dan kesatuan kuantitatif lainnya,
dilakukan melalui sistematika dan logika yang dapat dipertanggungjawabkan.
3.
Rencana
kerja masing-masing dari setiap kesatuan usaha, satu sama lain atau secara
keseluruhan, harus dapat berjalan dengan serasi.
4.
Penyusunan
rencana kerja perlu adanya partisipasi dari seluruh tingkatan manajemen
sehinngga pelaksanaan anggaran merupakan tanggung jawab seluruh anggota
manajemen.
5.
Anggaran
merupakan alat koordinasi yang ampuh bagi Top Manajer dalam mengelola bank,
dalam rangka mencapai rencana yang telah ditetapkan.
6.
Anggaran
merupakan alat pengukur tingkat keberhasilan pelaksanaan rencana kerja,
sekaligus dipakai sebagai alat evaluasi dan penetapan tindak lanjut.
7.
Anggaran
merupakan alat pengawas dan pengendalian jalannya bisnis.
3.3. Peran dan
Manfaat Etika Bisnis Di Bidang Teknologi
Dalam era kini, informasi dipandang sebagai
aset atau sumber yang setara dengan sumber-sumber lain dan juga mempunyai
kekhususan persoalan dan pengelolaannya, sehingga diperlukan suatu manajemen
khusus yaitu sistem manajemen informasi dengan pengelolanya yang khusus yaitu
manajer informasi atau Chief Information Officer (CIO). Sebagai manajer jelas
harus mengetahui etika manajemen. Aspek keuangan merupakan suatu aspek yang
yang sangat sensitif, demikian juga dengan aspek informasi. Dengan demikian hak
dan tanggung jawab manajer mengisyaratkan bahwa syarat manajer harus “beretika
(bermoral) tinggi dan kuat”.
Sebagai
seorang yang profesional, kita mempunyai tanggung jawab untuk mempromosikan
etika penggunaan teknologi informasi di tempat kerja. Kita mempunyai tanggung
jawab manajerial. Kita harus menerima tanggung jawab secara etis seiring dengan
aktivitas pekerjaan. Hal itu termasuk melaksanakan peran kita dengan baik
sebagai suatu sumber daya manusia yang penting di dalam sistem bisnis dalam
organisasi. Sebagai seorang manajer atau pebisnis profesional, akan jadi
tanggung jawab kita untuk membuat keputusan-keputusan tentang aktivitas bisnis
dan penggunaan teknologi informasi, yang mungkin mempunyai suatu dimensi etis
yang harus dipertimbangkan.
Aplikasi
Teknologi Informasi Dalam Bidang Bisnis
Kemajuan
yang telah dicapai manusia dalam bidang Teknologi Informasi merupakan sesuatu
yang patut kita syukuri karena dengan kemajuan tersebut akan memudahkan manusia
dalam mengerjakan pekerjaan dan tugas yang harus dikerjakannya. Namun, tidak
semua kemajuan yang telah dicapai tersebut membawa dampak positif. Diantara kemajuan
yang telah dicapai tersebut ternyata dapat membawa dampak negatif bagi manusia.
Dibawah ini akan dipaparkan dampak positif (keuntungan) dan negatif (kerugian)
dari penggunaan Teknologi Informasi.
Keuntungan
dari penggunaan Teknologi Informasi :
- Kemajuan teknologi komunikasi yang cepat dapat mempermudah komunikasi antara suatu tempat dan tempat yang lain.
- Semakin maraknya penggunaan Teknologi Informasi akan semakin membuka lapangan pekerjaan.
- Bisnis yang berbasis Teknologi Informasi atau yang biasa disebut e-commerce dapat mempermudah transaksi-traansaksi bisnis suatu perusahaan atau perorangan
- Informasi yang dibutuhkan akan semakin cepat dan mudah di akses untuk kepentingan pendidikan.
Kerugian dari
penggunaan Teknologi Informasi :
- Dengan pesatnya teknologi informasi baik di internet maupun media lainnya membuat peluang masuknya hal-hal yang berbau pornografi, pornoaksi, maupun kekerasan semakin mudah.
- Dengan mudahnya melakukan transaksi di internet menyebabkan akan semakin memudahkan pula transaksi yang dilarang seperti transaksi barang selundupan atau transaksi narkoba.
Etika dalam
Teknologi Informasi
Seperti
yang kita ketahui perkembangan dunia IT berlangsung sangat cepat. Dengan
pekembangan tersebut diharapkan akan dapat mempertahankan dan meningkatkan
taraf hidup manusia. Banyak hal yang menggiurkan manusia untuk dapat sukses
dalam bidang it tetapi tidak cukup dengan mengandalkan Ilmu Pengetahuan dan
Teknologi, manusia juga harus menghayati secara mendalam kode etik ilmu,
teknologi dan kehidupan. Banyak ahli telah menemukan bahwa teknologi mengambil
alih fungsi mental manusia, pada saat yang sama terjadi kerugian yang
diakibatkan oleh hilangnya fungsi tersebut dari kerja mental manusia. Perubahan
yang terjadi pada cara berfikir manusia sebagai akibat perkembangan teknologi
sedikit banyak berpengaruh terhadap pelaksanaan dan cara pandang manusia
terhadap etika dan norma dalam kehidupannya.
Masalah
etika juga mendapat perhatian dalam pengembangan dan pemakaian sistem
informasi. Masalah ini diidentifikasi oleh Richard Mason pada tahun 1986
(Zwass, 1998) yang mencakup privasi, akurasi, property, dan akses.
- Privasi, menyangkut hak individu untuk mempertahankan informasi pribadi dari pengaksesan oleh orang lain yang memang tidak diberi ijin untuk melakukannya.Akurasi, terhadap informasi merupakan factor yang harus dipenuhi oleh sebuah sistem informasi.
- Ketidakakurasian informasi dapat menimbulkan hal yang mengganggu, merugikan, dam bahkan membahayakan.
- Properti, Perlindungan terhadap hak property yang sedang digalakkan saat ini yaitu dikenal dengan sebutan HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual). Kekayaan Intelektual diatur melalui 3 mekanisme yaitu hak cipta (copyright), paten, dan rahasia perdagangan (trade secret).
- Hak cipta adalah hak yang dijamin oleh kekuatan hokum yang melarang penduplikasian kekayaan intelektual tanpa seijin pemegangnya. Hak cipta biasa diberikan kepada pencipta buku, artikel, rancangan, ilustrasi, foto, film, musik, perangkat lunak, dan bahkan kepingan semi konduktor
- Paten merupakan bentuk perlindungan terhadap kekayaan intelektual yang paling sulit didapat karena hanya akan diberikan pada penemuan-penemuan inovatif dan sangat berguna. Hukum paten memberikan perlindungan selama 20 tahun.
- Rahasia Perdagangan. Hukum rahasia perdagangan melindungi kekayaan intelektual melalui lisensi atau kontrak. Pada lisensi perangkat lunak, seseorang yang menandatangani kontrak menyetujui untuk tidak menyalin perangkat lunak tersebut untuk diserhakan pada orang lain atau dijual.
- Akses. Fokus dari masalah akses adalah pada penyediaan akses untuk semua kalangan. Teknologi informasi malah tidak menjadi halangan dalam melakukan pengaksesan terhadap informasi bagi kelompok orang tertentu, tetapi justru untuk mendukung pengaksesan untuk semua pihak.
BAB
IV
KESIMPULAN
4.1.Kesimpulan
Etika bisnis
adalah cara-cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek
yang berkaitan dengan individu, perusahaan, industri dan juga masyarakat.
Kesemuanya ini mencakup bagaimana kita menjalankan bisnis secara adil, sesuai
dengan hukum yang berlaku, dan tidak tergantung pada kedudukan individu ataupun
perusahaan di masyarakat. Etika bisnis dalam perusahaan memiliki peran yang
sangat penting, yaitu untuk membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan memiliki
daya saing yang tinggi serta mempunyai kemampuan menciptakan nilai
(value-creation) yang tinggi, diperlukan suatu landasan yang kokoh. Biasanya
dimulai dari perencanaan strategis , organisasi yang baik, sistem prosedur yang
transparan didukung oleh budaya perusahaan yang andal serta etika perusahaan
yang dilaksanakan secara konsisten dan konsekuen. Di Indonesia, penegakan etika
bisnis dalam persaingan bisnis semakin berat. Kondisi ini semakin sulit dan
kompleks, karena banyaknya pelanggaran terhadap etika bisnis oleh para pelaku
bisnis itu sendiri, sedangkan pelanggaran etika bisnis tersebut tidak dapat
diselesaikan melalui hukum karena sifatnya yang tidak terikat menurut hukum.
Etika bisnis perusahhan memiliki peran yang sangat penting, yaitu
untuk membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan memiliki dsaya saing yang
tinggi serta mempunyai kemampuan menciptakan nilai yang tinggi,diperlukan suatu
landasan yang kokoh.
Biasanya dimulai dari perencanaan strategis, organisasi yang baik,
system prosedur yang transparan didukung oleh budaya perusahaan yang handal
serta etika perusahaan yang dilaksanakan secara konsisten dan konsekuen. Karena
itu, tindakan perusahaan berasal dari pilihan dan tindakan individu manusia,
indivdu-individulah yang harus dipandang sebagai penjaga utama kewajiban moral
dan tanggung jawab moral : individu manusia bertanggung jawab atas apa yang
dilakukan perusahaan karena tindakan perusahaan secara keseluruhan mengalir
dari pilihan dan perilaku mereka. Jika perusahaan bertindak keliru, kekeliruan
itu disebabkan oleh pilihan tindakan yang dilakukan oleh individu dalam
perusahaan itu, jika perusahaan bertindak secara moral, hal itu disebabkan oleh
pilihan individu dalam perusahaan bertindak secara bermoral.
Kesemuanya ini mencakup bagaimana kita
menjalankan bisnis secara adil, sesuai dengan hukum yang berlaku, dan tidak
tergantung pada kedudukan individu ataupun perusahaan di masyarakat. Etika
bisnis lebih luas dari ketentuan yang diatur oleh hukum, bahkan merupakan
standar yang lebih tinggi dibandingkan standar minimal ketentuan hukum, karena
dalam kegiatan bisnis seringkali kita temukan wilayah abu-abu yang tidak diatur
oleh ketentuan hukum.
Etika bisnis mempunyai prinsip dalam kaitan ini berhubungan dengan
berbagai upaya untuk menggabungkan berbagai nilai-nilai dasar (basic values)
dalam perusahaan, agar berbagai aktivitas yang dilaksanakan dapat mencapai
tujuan. Secara lebih jelas, mekanismenya berjalan sebagai
berikut.“Memaksimumkan kesejahteraan si pemilik dalam jangka panjang”,
berhubungan dengan dimensi waktu yang relatif panjang serta menyangkut
sustainability. Hal ini membutuhkan adanya “kepercayaan” atau “saling
mempercayai” (trust) dari berbagai pihak yang berhubungan dengan perusahaan
(stakeholders).
Kalimat “kesejahteraan pemilik” merupakan derivasi dan perwujudan dari
“hak kepemilikan” (ownership) yang muncul dari adanya penghargaan (respect)
terhadap “kepemilikan pribadi” (property rights). Haruslah
diyakini bahwa pada dasarnya praktek etika bisnis akan selalu menguntungkan
perusahaan baik untuk jangka panjang maupun jangka menengah.
DAFTAR
PUSTAKA
·
Sumber:
Pengantar Manajemen, Ismail Solihin, Penerbit Erlangga, 2011 pic:
forum.belmont.edu
·
Barten,
2000. ”Pengertian Etika Bisnis.” Jogja : Kanikus
·
http://nikenpujiharto.blogspot.com/2013/01/peran-etika-bisnis-dalam-kehidupan.html
·
http://trisultanefendi.blogspot.com/2013/01/etika-bisnis-dalam-lingkup-globalisasi.htm
·
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/09/etika-bisnis-dalam-pemasaran-dan-perlindungan
konsumen
Tidak ada komentar:
Posting Komentar